Niat pokok segala amal

Fungsi niat dlm ibadah sangatlah penting. Karena itu tiap muslim harus senantiasa memperbaiki niat dlm ibadah yaitu ikhlas utk Allah semata.
Umar ibnul Khaththab radliallahuanhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung dgn niat -nya. Dan tiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dgn apa yg dia niat -kan. maka siapa yang amalan hijrah krn Allah dan Rasul-Nya maka hijrah itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yg hijrah karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ingin ia nikahi maka hijrah itu kepada apa yang dia tujukan/niat -kan”.
Hadits yang agung di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam beberapa tempat dari kitab shahih dan Imam Muslim rahimahullah dlm shahih .
Berkata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali tentang hadits ini : “Yahya bin Said Al Anshari bersendirian dalam meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Ibrahim At Taimi dari `Alqamah bin Waqqash Al Laitsi dari Umar ibnul Khaththab radliallahuanhu. Dan tdk ada jalan lain yg shahih dari hadits ini kecuali jalan ini. Demikian yg dikatakan oleh Ali ibnul Madini dan selainnya”. Berkata Al Khaththabi : “Aku tdk mengetahui ada perselisihan di kalangan ahli hadits dlm hal ini sementara hadits ini juga diriwayatkan dari shahabat Abu Said Al Khudri dan selainnya”. Dan dikatakan: Hadits ini diriwayatkan dari jalan yang banyak akan tetapi tidak ada satupun yang shahih dari jalan-jalan tersebut di sisi para huffadz .
Kemudian setelah Yahya bin Said Al Anshari banyak sekali perawi yang meriwayatkan dari sampai dikatakan : Telah meriwayatkan dari Yahya Al Anshari lbh dari 200 perawi. Bahkan ada yang mengatakan jumlah mencapai 700 rawi yang terkenal dari mereka di antara Malik Ats Tsauri Al Auza`i Ibnul Mubarak Al Laits bin Sa`ad Hammad bin Zaid Syu`bah Ibnu `Uyainah dan selainnya. .
Ulama bersepakat menshahihkan hadits ini dan menerima dengan penerimaan yang baik dan mantap. Imam Bukhari membuka kitab Shahih dengan hadits ini dan menempatkan seperti khutbah/mukaddimah bagi kitab beliau sebagai isyarat bahwasa tiap amalan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan wajah Allah maka amalan itu batil tidak akan diperoleh buah/hasil di dunia terlebih lagi di akhirat. Karena itulah berkata Abdurrahman bin Mahdi: “Seandai aku membuat bab-bab dalam sebuah kitab niscaya aku tempatkan pada tiap bab hadits Umar tentang amalan itu dengan niat -nya”. Beliau juga mengatakan: “Siapa yang ingin menulis sebuah kitab maka hendak ia memulai dengan hadits innamal a’malu binniyah.
Hadits ini selain diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim juga diriwayatkan oleh para imam yg lain. Dan komentar tentang hadits ini kami cukupkan dari menukil ucapan Ibnu Rajab Al Hambali di atas krn pada ada kifayah .
Penjelasan Hadits Tentang Niat

Dari hadits di atas kita pahami bahwasa tiap orang akan memperoleh balasan amalan yang dia lakukan sesuai dengan niat -nya. Dalam hal ini telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Setiap amalan yang dilakukan seseorang apakah berupa kebaikan ataupun kejelekan tergantung dengan niat -nya. Apabila ia tujukan dengan perbuatan tersebut niatan/maksud yang baik maka ia mendapatkan kebaikan sebaliknya bila maksud jelek maka ia mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niat -kan”. Beliau juga mengatakan: “Hadits ini mencakup di dalam seluruh amalan yakni tiap amalan harus disertai niat. Dan niat ini yg membedakan antara orang yg beramal karena ingin mendapatkan ridla Allah dan pahala di negeri akhirat dgn orang yg beramal karena ingin dunia apakah berupa harta kemuliaan pujian sanjungan pengagungan dan selainnya”.
Di sini kita bisa melihat arti penting niat sebagai ruh amal inti dan sendinya. Amal menjadi benar karena niat yg benar dan sebalik amal jadi rusak karena niat yg rusak.
Dinukilkan dari sebagian salaf ucapan mereka yang bermakna: “Siapa yang senang untuk disempurnakan amalan yang dilakukan maka hendaklah ia membaikkan niatnya. Karena Allah ta`ala memberi pahala bagi seorang hamba apabila baik niatnya hinga satu suapan yg dia berikan “.
Berkata Ibnul Mubarak rahimahullah: “Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat dan berapa banyak amalan yg besar bisa bernilai kecil karena niatnya”.
Perlu diketahui bahwasa suatu perkara yang sifatnya mubah bisa diberi pahala bagi pelaku karena niat yg baik. Seperti orang yg makan dan minum dan ia niatkan perbuatan tersebut dalam rangka membantu untuk taat kepada Allah dan bisa menegakkan ibadah kepada-Nya, maka dia akan diberi pahala karena niat yg baik tersebut. Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan : “Perkara mubah pada diri orang-orang yg khusus dari kalangan muqarrabin bisa berubah menjadi ketaatan dan qurubat (pendekatan kepada Allah) karena niat”.
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim ketika menjelaskan hadits:
“Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah”.
Beliau menyatakan: “Dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan bahwa perkara-perkara mubah bisa menjadi amalan ketaatan sebab niat yg baik. Jima’ bisa bernilai ibadah apabila seseorang meniatkan untuk menunaikan hak istri dan bergaul dengan cara yang baik sesuai dengan apa yang Allah perintahkan atau ia bertujuan untuk mendapatkan anak yg shalih atau untuk menjaga kehormatan diri atau kehormatan istri dan untuk mencegah kedua dari melihat perkara yang haram atau berfikir kepada perkara haram atau berkeinginan melakukan dan selain dari tujuan-tujuan yg tidak baik”.
Meluruskan Niat

Seorang hamba harus terus berupaya memperbaiki niat dan meluruskan agar apa yg dia lakukan dapat berbuah kebaikan. Dan perbaikan niat ini perlu mujahadah . Karena sulit meluruskan niat ini sampai-sampai Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata : “Tidak ada suatu perkara yang paling berat bagiku untuk aku obati daripada meluruskan niatku karena niat itu bisa berubah-ubah terhadapku”.
Dan niat itu harus ditujukan semata untuk Allah ikhlas karena mengharapkan wajah-Nya yg Mulia. Ibadah tanpa keikhlasan niat maka tertolak sebagaimana bila ibadah itu tidak mencocoki tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Allah ta`ala berfirman tentang ikhlas dlm ibadah ini :
Dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dalam keadaan mengikhlaskan agama bagi-Nya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Majmu` Fatawa : “Mengikhlaskan agama untuk Allah adalah pokok ajaran agama ini yang Allah tidak menerima selainnya. Dengan ajaran agama inilah Allah mengutus rasul yang pertama sampai akhir dan Allah menurunkan seluruh kitab. Ikhlas dalam agama merupakan perkara yang disepakati oleh para imam ahlul iman. Dan ia merupakan inti dari dakwah para nabi dan poros Al Qur’an”.

Niat, Pokok Pangkal Segalanya
Pelajaran Tentang Niat Yang Dipetik dari Hadits Ini

1. Niat itu termasuk bagian dari iman dan niat termasuk amalan hati.
2. Wajib bagi seorang muslim mengetahui hukum suatu amalan sebelum ia melakukan amalan tersebut apakah amalan itu disyariatkan atau tidak apakah hukum wajib atau sunnah. Karena didalam hadits ditunjukkan bahwasa amalan itu bisa tertolak apabila luput dari niatan yang disyariatkan.
3. Disyaratkan niat dalam amalan-amalan ketaatan dan harus dita`yin yakni bila seseorang ingin shalat maka ia harus menentukan dalam niat shalat apa yg akan ia kerjakan apakah shalat sunnah atau shalat wajib dhuhur atau ashar dst. Bila ingin puasa maka ia harus menentukan apakah puasa itu puasa sunnah puasa qadha atau yg lainnya.
4. Amal tergantung dari niat tentang sah, tidak sempurna atau kurang, taat atau maksiat.
5. Seseorang mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan namun perlu diingat niat yang baik tidaklah merubah perkara mungkar itu menjadi ma’ruf dan tidak menjadikan yang bid`ah menjadi sunnah.
6. Wajib berhati-hati dari riya, sum`ah dan tujuan dunia yang lain karena perkara tersebut merusak ibadah kepada Allah ta`ala.
7. Hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam memiliki keutamaan yang besar dan merupakan ibadah bila di niat kan krn Allah dan Rasul-Nya.
Wallahu ta`ala a`lam bishawwab

sumber:AdeHumaedi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s