Mengapa Khusuk dalam Sholat itu Sulit..?

Mengapa sulit khusyu dlm shalat??? Berikut ini akan adalah beberapa sebab Sholatyang mungkin membuat kita menjadi tidak khusuk ketika sholat :

  1. Karena mengenal Allah sebatas Tuhan, belum mengenal sifat, dan Asma asma Nya. Dia yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh2an, aku, tubuhku, mataku, jantungku, dan semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yang bergerak, semua yg berada dilangit dan dibumi. Semua di hidupkan Nya. Dialah Al Muhyi. Semua akan dimatikan Nya ( Al mumiitu). Semua tunduk dlm kehendak Nya ( Al muriidu), kekuasaanya (Al qodiiru). Dialah yg memiliki semuanya ( Al Rabbu) . Dialah yg menguasai sekaligus memiliki semuanya ( Al maaliku). Dia yg maha menatap ( Al bashiiru), yang tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita. Dia Maha Mendengar ( As sami’u ) yang mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hamba hamba Nya. Lantas sadarkah kita bahwa Dia yg segala galanya yg kita hadapi dlm shalat selama ini? Bisakah hati dan pikiran kita lari saat shalat sementara Dia menatap hati dan pikiran kita? Kok kita maksiat terus menerus sementara Dia terus menerus memperhatikan kita,…… ?
  2. Karena belum memahami bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat dan rukun shalat. Jadilah ” sukaara “, yakni shalat seperti orang mabok alias shalat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, seakan robot, dan jasad tanpa ruh. Saat shalat terasa beban, buru2 pengen selesai. Senang menunda waktunya. Bacaan shalat pun seperti komat kamit saja. Padahal Allah berfirman ….” Dan janganlah kalian menegakan shalat, sedangkan kalian dlm keadaan mabuk, sampai kalian benar2 paham apa yg kalian baca dlm shalat kalian” ( Q.s 4:43). Perhatikan org mabuk, yang berkata dan berbuat tetapi tdk sadar apa yg dikatakan nya dan apa yg di perbuatnya. Lihat orang shalat, ia berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku, sujud, tahiyat dan salam tetapi tdk sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku, sujud dan menghadap pencipta langit dan bumi, ia tdk sadar bhw ia sedang berdialog dgn pencipta dirinya. Yang Maha Mentukan segala galanya !
  3. Karena tidak sadar bahwa shalat itu adalah ” Al muhadatsah bainal makhluqi wa khalaaqi ” ( dialog hamba dgn penciptanya ). Dalam hadist disebutkan ” Apabila salah seorang dari kalian shalat, sebenarnya ia sedang berkomunikasi dgn Allah ” (H.R Bukhari dan Muslim ). Coba perhatikan adzan, panggilan waktu untuk menghadap Nya. Yang dipanggilpun yg bersyahadat ” Asyhadu allaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah” Yang tdk beriman tdk dipanggil. Karena itulah Rasulullah mengingatkan ” Yang membedakan kita dgn orang kafir adalah shalat, maka siapa dgn sengaja meninggalkan shalat, sungguh ia sudah berperangai seperti kafir “. Menutup Aurat menghadap Nya. Menghadap kiblat karena memang fokus bhwa jasad, ruh, hati,dan pikiran kita kpd Nya. Apalagi kalau kita berjamaah hingga tampak rapi dalam shaf. Seluruh duniapun satu arah Kiblat. Saat bersucipun kita seharusnya menghadap sang Maha Suci, lalu berdiri tegap, takbir, dan membaca iftitah. ” Inni wajjahtu wajhiyaliladzi fatharas samaawati wal ardh ” ( Hamba datang menghadap Mu duhai pencipta langit & bumi, tunduk patuh taat kepada Mu). Inilah diantara komunikasi shalat yg blum dipahami.
  4. Karena sedikit yg paham bahwa dalam shalat ketika membaca surat Alfatihah terjadi dialog hamba dgn Rabb nya. Dari Abu hurairah Rasulullah bersabda ” Barang siapa membaca surat Alfatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah “. Lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata ” Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian Alam ” Allah menjawab, ” Hamba Ku telah memuji Ku” seorang hamba berkata, “Yang Maha pengasih, lagi Maha Penyayang” Allah menjawab, ” Hamba Ku memuji Ku” seorang hamba berkata ” Raja di hari pengadilan ” Allah menjawab, ” Hamba Ku mengagungkan Diri Ku, hamba Ku berserah diri kepada Ku”. Seorang hamba berkata ” Hanya engkaulah yang kami sembah& hanya kepada Mu lah kami memohon pertolongan”. Allah menjawab, ” Inilah pertengahan antara Aku&hamba Ku, dan bagi hamba Ku apa yg dia minta Aku berikan “. Seorang hamba berkata, ” Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yg telah Engkau anugerahkan kpd mereka, bukan mereka yg kena murka dan bukan mereka yg sesat”. Allah menjawab, ” Ini milik hamba Ku dan bagi hamba Ku apa yg dia minta, Aku berikan ” (H.R Qudsi, H.R Muslim). Karena itu mulailah kita membaca Alfatihah dgn pelan2 dgn kesadaran dan keyakinan. Sungguh, Allah menjawab setiap ayat yg kita baca.
  5. Karena makan dan minuman yang haram. Baik secara zat ” lizaatihi ” seperti anjing, babi, alkohol, narkoba dsb. Atau dgn cara mencarinya melalui cara yg haram. Walaupun halal zat nya seperti makan tempe, tahu halal tapi karena cara mencarinya dgn berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dsb maka tetap haram. Ia seakan makan tempe/tahu tetapi sebenarnya ia makan anjing dan babi. Itulah yg disebut ” rijsun min amalisy syaithon ” ( najis karena amalnya ) atau ” raddudzdzakaat” atau menolak zakat maka hartanya bercampur dgn hak fakir miskin hingga kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati & hijab hubungan kepada Allah. Walhasil, shalat nya pun tdk diterima. Allah itu ” subbuuhun ” ( maha suci ), karenanya hanya menerima yang suci. Ingat perkataan Rasul kepada orang yg menangis tatkala berdoa, ” Hampir saja aku mengira doanya di ijabah Allah. Namun jibril memberitahu ku bhw orang tersebut suka menipu. Lantas bagaimana allah menjawab si penipu dimana pakaian & makananya dari hasil menzhalimi orang lain??? Sadarlah bahwa saat shalat kita berhadapan dgn zat yang Maha Suci.
  6. Karena “Hubbub dunya” ( sangat mencintai dunia). Hingga hati dan pikiran nya selalu dipenuhi segala sesuatu yg bersifat duniawi. Duit, dolar, makan minum, keluarga, target2 bisnis, masalah2 dunia, berhayal dsb. Itulah yg diingat2 dalam shalat. Tak aneh, Rasulullah menyebut ” Hatta yansa kam rak’atan laka ” ( sampai ia lupa sudah berapa rakaat ia sudah shalat ). Maka tidak heran saat shalat yang semestinya hati dan pikiranya fokus dalam shalat malah ingat dunia. Allah berfirman dlm surat Al maa’uun ayat 4&5 ” Celakalah orang2 yg mengerjakan shalat yang hati & pikiran nya lalai kpd Allah “. Karena itu, sadarilah hidup kita tdk lama didunia yg fana ini. Shalat lah seakan akan mjdi shalat terakhir kita. Seperti sabda Rasulullah ini, ” Bila engkau shalat, maka shalatlah kamu seperti orang yg akan meninggalkan alam fana ” ( HR IBnu Majah & Imam Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s