Pengaruh Pendidikan di Era Globalisasi(2)

K.H Busyro Musthofa Al-MuftiPENGARUH PENDIDIKAN PADA MANUSIA

Pada dasarnya pendidikan sangat mempengaruhi pada perkembangan manusia karena dengan pendidikan yang benar manusia dapat memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT,akhlak mulia,keterampilan,dan pengetahuan.dapat memudahkan manusia menghadapi kehidupan dan memperoleh yang diinginkan.dapat menjadikan manusia memperoleh kesenangan,keselamatan dan kebahagian.dan dapat memiliki derajat mulia di sisi Allah dan manusia.Begitu juga sebaliknya,dengan pendidikan yang salah,manusia akan berubah menjadi manusia yang mampu biin kerusakan,kehancuran,dan kebiadaban mengalahkan makhuk lainya.

Dengan pendidikan keterampilan,manusia akan menjadi terampil.dengan pendidikan agama manusia akan menjadi beragama.dengan pendidikan tata krama manusia akan beradab dan berakhlak mulia.dengan pendidikan politik manusia akan menjadi politisi yang mumpuni.begitu seterusnya.

PENDIDIKAN DI INDONESIA

Merujuk pada Undang-Undang R epublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 yaitu:

Pasal  1 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan  spiritual keagamaan ,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyrakat,bangsa dan Negara.

Pasal 3 bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar nenjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,beraklaq muliasehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga Negara yang  demokratis serta bertanggung jawab

Maka pendidikan di Indonesia dituntut harus mampu mencetak manusia yang beriman ,bertaqwa,terampil,berakhlak mulia,cakap berpengetahuam,mandiri,kreatif,betanggung jawab,dan demokratis.

INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Setelah berkembangnya teknologi dan informasi diatas bumi termasuk di dalamnya Indonesia,terjadilah perubahan yang begitu mencengangangkan dibumi Indonesia .bangsa Indonesia tidak mampu menahan godaan mewahnya teknologi yang menggiurkan.melalui pesawat televise,radio telephone,handphone,dan alat komunikasi lainya warga Negara lainya warga Negara Indonesia menghabiskan waktunya untuk kesenangan dan hiburan.Bahkan Indonesia bahkan lupa akan persoalan-persoalan penting di negeri ini.Mayoritas bangsa indonsia terseret pada budaya  negetif,pola hidup bebas ,kesenangan sesaat,gemerlap dunia dan kemewahanya.

Walhasil bangsa Indonesia sedang kehilangan jati dirinya.cara berpakaianya sudah mengikuti tren pakaian barat.semua waktu,tenaga,dan pikiranya telah diukur dengan uang.kesenangan yang diburu adalah kesenanfan dunia belaka.Rasa peduli dengan sesame sudah mulai menghilang .kesuksesan seseorang hanya diukur dengan materi.MEncari rizki yang halal sudah diabaikan.budaya dan budi pekertinya sudah semakin jauh dari budaya Indonesia dan akhlak ketimuran.Bahkan sekarang ini sering terjadi uang Negara di gunakan bancaan  oleh tokoh- tokoh Indonesia untuk mewujudkan kesenangan pribadinya.

Kenapa bangsa Indonesia mengalami perubahan yang begitu dahsyat?bukankah bangsa Indonesia mayoritas berizasah dan berpendidikan?Bagaimana fungsi lembaga pendidikan bangsa ini?Ada apa dengan dunia pendidikan kita?

MATA PELAJARAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN INDONESIA

Mencermati mata pelajaran yang diajarkan lembaga pendidikan di indonesia mulai dari tingkatan sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi,mata pelajaran yang diajarkan ialah bahasa,meliputi bahasa indonesia,bahasa daerah dan bahasa asing.mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial meliputi sejarah,geografi,ekonomi,dan sosiologi.mata pelajaran ilmu pengetahuan alam,meliputi biologi,kimia,dan fisika.mata pelajaran matematika,teknologi informasi dan komunikasi,pendidikan jasmani dan olahraga,pendidikan agama dan muatan lokal.

Dengan mata pelajaran bahasa,IPA,IPS,TIK,dan penjas orkes dapatkah membentuk bangsa indonesia yang memiliki watak serta peradaban bangsa yang bermartabat?dapatkah mata pelajaran tersebut menjadikan potensi peserta didik berkembang sehingga menjadi manusia manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa,berakhlak mulia,mandiri,dan bertanggung jawab?

Kemudian bagaimana dengan mata pelajaran agama?sebenarnya pelajaran agama itulah yangdapat mencetak peserta didik yang bertaqwa,berakhlak mulia,bertanggung jawab,dan melaksanakan amanat,istiqomah(teguh pendirian),mendahulukan kepentingan orang lain,beramal saleh,berbakti kepada orang tua,berserah diri(tawakkal),tolong menolong,mencintai Allah dan rasul-Nya,sabar,malu,takut kepada Allah,ridho,berbelas kasih,menyayangi sesama,bertaubat dari kesalahan,bersedekah,menyempurnakan takaran dan timbangan,bersilatrrahim,rendah hati,tidak putus asa,menjaga rahasia,lemah lembut,tenag,lapang dada,bersyukur,jujur,adil,menjaga kehormatan diri,memaafkan kesalahan orang lain,zuhud,siaga,dan waspada,dan dapat mencetak peserta didik jauh dari menuruti hawa nafsunya,buruk sangka,sombong dan takabbur,menipu,berlebih-lebihan,menyebarakan kejelekan,permusuhan,makan riba,membuat kerusakan,kikir dan bakhil,mengunngkit-ungkit kebaikan dan menyakiti orang lain,benci,zalim dan melampaui batas,bohong atau berpura-pura,foya-foya,pengecut,dengki,berkhianat,riya,mencaci,curang,membunuh,kufur,homo seksual,dusta,melanggar janji,mengadu domba,bemaksiat dan berzina.akan tetapi sayang srribu sayang pel;ajaran agama oleh lembaga pendidikan di Indonesia dianggap tidak penting dan hanya mendapatkan porsi waktu yang sangat sedikit sehingga berakibat makin merosot karakter bangsa dan makin rusak akh;laknya serta tidak mampu menjadi orang yang cakap,kreatif dan mandiri.

PONDOK PESANTREN SEBAGAI SOLUSI SEPANJANG ZAMAN

Sebelum Negara Indonesia lahir sampai sekarang lembaga pendidikan yang telah melahirka tokoh yang berilmu dan mengamalkan ilmunya,melahirkan pahlawan yang menjaga keutuhan dan memperjuangkan kemerdekaan negerinya,mencetak anak didiknya dapat hidup menyatu dengan masyarakat,saling tolong-menolong,taat beribadah dan bertqwa,berbudi luhur,berusaha menyelamatkan anak didiknya dari dunia sampai akhirat,cerdas,kreatif,mandiri,tanpa bergantung pada negara adalah pondok pesantren.

Hampir tak pernah kita jumpai santri pesantren menuntut jadi pegawai negri kepada pemerintah.hampir tidak kita temukan santri pesantren menjadi sampah masyarakat.para santri menganggap bahwa semua pekerjaan mulia,semua pekerjaan dapat sebagai sarana untuk menyambut rizki halal dari Allah SWT.dan Alhamdulillah para santri dapat saling menghargai terhadap sesama karena menurutnya semua adalah hamba Allah.kemulian manusia bukan karena jabatan,gelar,dan kekayaanya.

Dengan demikian kembalilah kepada pendidikan pondok pesantren.karena pesantren telah terbukti sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak peserta didik yang beriman,bertaqwa,terampil,berakhlak mulia,cakap,berilmu mandidri,kreatif,,bertanggung jawab dan demokratis sepanjang zaman.

Wallahu a`lam bissowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s