Kuah Sandal Jepit

sandal_unguDulu setiap hari Sabtu jadwalku memasak untuk santri sepondok. Esok hari biasanya saya ke Pasar Jongke untuk belanja sayur, bumbu dan minyak goreng. Kebetulan menu saya itu berhubungan dengan Terong (Bazindan).

Setelah pulang dari pasar, langsung saja saya menuju dapur untuk mempersiapkan menu makan siang berupa kuah santen Terong.
Di tengah-tengah mengiris Terong, kulihat Sandal Jepit butut warna ungu. Spontan sandal itu saya ambil, saya cuci, dan kuiris-iris lebih kecil.
Saat memasak, irisan sandal ikut kumasukkan juga dalam kuah. Setelah matang tak lupa kusajikan masakan kami di meja makan Bu Nyai.

Nah, sore harinya Bu Nyai bilang kepada saya, “Mas, masakan terongmu enak sekali, tapi sayang kurang empuk. Jenis terong apa yang kamu masak?” Jawab saya dengan agak ketawa, “Ibu, terong yang saya masak itu jenis Sandal Jepit”. Spontan Bu Nyai bilang, “Walah… Le… Le… Sandal Jepit, pantas kelot-kelot. Jangan diulangi lagi ya… Jawabku, Siap…! sambil ngloyor pergi, dengan perasaan puas, bisa ngerjani orang sepondok dan Bu Nyai.

One response to “Kuah Sandal Jepit

  1. Ping-balik: Situs Islam terpercaya | saifulunmuha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s