Monthly Archives: Mei 2013

Mueeza ~ Kucing Kesayangan Nabi Muhammad SAW

Shafiqolbu

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Mueeza ~ Kucing Kesayangan Rasulullah SAW

.

Ramai yang suka memelihara dan menyayangi kucing. Tahukah antum bahawa Nabi Muhammad ﷺ memiliki seekor kucing kesayangan yang Baginda namakan ‘Mueeza’.

 

Lihat pos aslinya 604 kata lagi

Kisah Mbah Zainal dan Tukang Becak

tukang becak“Ke Nggading berapa, Kang?” Mbah Zainal Abidin Munawwir, Krapyak, menawar becak.

“Monggo mawon. Terserah panjenengan, Mbah”, tukang becak pasrah karena sudah kenal.

“Nggak bisa! Sampeyan harus kasih harga!”

“Yah… seribu, Mbah”. Itu harga yang cukup lazim waktu itu, walaupun sedikit agak mahal. Baca lebih lanjut

Mbah Maimun

Mbah MaemunDi kalangan para ulama Nahdlatul Ulama, bahtsul masail diniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan) merupakan forum untuk berdiskusi, bermusyawarah, dan memutuskan berbagai masalah keagamaan mutakhir dengan merujuk berbagai dalil yang tercantum dalam kitab-kitab klasik.
Dalam forum seperti itu, Pondok Pesantren Al-Anwar (di Desa Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah) sangat disegani. Bukan saja karena ketangguhan para santrinya dalam penguasaan hukum Islam, tapi juga karena sosok kiai pengasuhnya yang termasyhur sebagai faqih jempolan. Kiai yang dimaksud adalah K.H. Maimoen Zoebair. Baca lebih lanjut

Lirboyo,Kaifa Halk

Lirboyo,
Masihkah tebu-tebu berderet manis melambai di sepanjang jalan menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbangmu?  Ataukah seperti di mana-mana pabrik-pabrik dan bangunan bangunan bergaya spanyolan yang angkuh dan genit menggantikannya?

Lirboyo,
Masikah mercusuar-mercuar petromak sepembuluh bambu setia menemani para santri barsaharul layali? Ataukah seperti di mana-mana neon-neon kebiruan yang berjaga kini seperti bola-bola lampu menggantikan teplok-teplok gothakan? Baca lebih lanjut

Wanita Cantik

Di tengah-tengah himpitan daging-daging doa
di pelataran rumahmu yang agung
aku mengalirkan diri dan ratapku
hingga terantuk pada dinding mustajab-Mu
menumpahkan luap pinta di dadaku
Ku baca segala yang bisa ku baca Baca lebih lanjut

Pujian Setelah Adzan

Sejak zaman hadulu, di sebagian masjid atau mushalla di Jawa ada kebiasan yang tidak dilakukan di masjid atau mushalla lain, yaitu setelah adzan shalat maktubah dibacakan pujian berupa dzikir, do’a, shalawat nabi atau sya’ir-sya’ir yang islami dengan suara keras. Beberapa menit kemudian baru iqamat. Akhir-akhir ini banyak dipertanyakan bahkan dipertentangkan apakah kebiasaan tersebut mempunyai rujukan dalil syar’i? Dan mengapa tidak semua kaum muslimin di negeri ini melakukan kebiasaan tersebtu? Dengan munculnya pertanyaan seperti itu warga Nahdliyin diberi pengertian untuk menjawab : Apa pujia itu? Bagaimana historisnya? Bagaimana tinjauan hukum syari’at tentang pujian? Dan apa fungsinya? Baca lebih lanjut

Vina

قَامَ دَاعِي الْحَقَّ فِيْنَا يَكْشِفُ السِّرَّ الْمُبِيْنَا

فَانْجَلَى حِيْنَا فَحِيْنَا وَامْتَلَا الْقَلْبُ يَقِيْنَا

يَا رَفِيْقِيْ يَا رَفِيْقِيْ اِنَّهُ السِّرُّ الْحَقِيْقِيْ

لَا تَعْرُجْ عَنْ طَرِيْقِيْ وَخُذِ الدَّرْبَ يَمِيْنَا

فَانْجَلَى حِيْنَا فَحِيْنَا وَامْتَلَا الْقَلْبُ يَقِيْنَا

اُزْلِفَتْ جَنَّاتُ عَدْنٍ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

قَالَ رَبِّ اُدْخُلُوْهَا بِسَلَامٍ امِنِيْنَا

فَانْجَلَى حِيْنَا فَحِيْنَا وَامْتَلَا الْقَلْبُ يَقِيْنَا